JENIS-JENIS KEMUSTAHILAN

69642_525989554112339_766800389_n

Terdapat banyak hal, yang dianggap mustahil dan tidak bergantung pada kekuasaan, tetapi kita melihat atau mendengar bahwa mereka telah dilakukan oleh Tuhan. Misalnya, jika dikatakan bahwa kobaran api yang besar telah diubah menjadi taman bunga yang sejuk, kita akan mengatakan, MUSTAHIL! Api membakar bunga, tidak pernah berubah menjadi bunga. Bagaimana mungkin kobaran api yang besar berubah menjadi taman bunga? Ini mustahil! Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus menjelaskan jenis-jenis kemustahilan.

JENIS-JENIS KEMUSTAHILAN

Sesuatu yang dianggap sebagai “yang mustahil” dibagi menjadi tiga jenis:

1. Kemustahilan diri [self-impossible]
2. Kemustahilan-kejadian [occurance-impossible]
3. dan Kemustahilan-biasa [common-impossible]

KEMUSTAHILAN-DIRI adalah sesuatu yang dipandang menimbulkan kontradiksi dalam dirinya sendiri, seperti mengatakan “cahaya yang gelap” atau “cahaya yang tidak meiliki terang”, “hitam yang putih” atau “hitam yang tidak hitam”. Pengandaian-pengandaian ini mustahil, kerana bertentangan dengan dirinya sendiri. [Jika kita mengatakan, seberkas cahaya yang seperti kegelapan dibanding dengan cahaya lainnya, ini adalah persoalan yang berbeda. Namun, pengandaian adanya “seberkas cahaya yang, meskipun merupakan cahaya, bukan cahaya”, adalah sebuah kontradiksi] Jadi, pengandaian yang bertentangan dengan dirinya sendiri disebut kemustahilan-diri.

KEMUSTAHILAN-KEJADIAN berarti bahwa pengandaian itu sendiri tidak mustahil, tetapi karena kita telah menambahkan pengandaian lainnya, ia menjadi mustahil, seperti pengandaian munculnua sebuah akibat tanpa penyebab tertentu. Dalam kasus ini, munculnya akibat itu sendiri bukanlah hal yang mustahil, karena akibat itu secara pasti muncul dalam eksisitensi ketika penyebab tentunya ada. Namun, kita menambahkan pengandaian bahwa penyebabnya tidak ada. Jadi, terjadinya akibat tersebut tanpa penyebab adalah mustahil.

KEMUSTAHILAN-BIASA ini bukanlah sebuah kasus kebergantungan-pada-kekuasaan, karena ia mengandung pertentangan. Dengan mengatakan bahwa akibat ini mempunyai penyebab ekslusif, kita mengartikan bahwa tanpa penyebab ekslusifnya, ia tidak dapat menerima eksistensi. Jadi, mengandaikan bahwa ia dapat dilaksanakan tanpa penyebab ekslusifnya, tidak lain adalah sebuah kontradiksi. Oleh karena itu, kemampuan tidak meliputi kemustahilan-diri ataupun kemustahilan-kejadian. Ia termasuk kemustahilan-biasa.

Mukjizat adalah jenis kemustahilan-biasa, yaitu, munculnya sesuatu bukan dari jalan keluar yang biasanya. Misalnya, ketika meninggal, seseorang biasanya tidak akan hidup lagi, tetapi pikiran-tidak-melihatnya mustahil menemukan sebuah jalan atau jalan lain yang memberikan kehidupan sekali lagi, dan tidak akan ada kontradiksi di dalamnya. Namun, orang-orang biasanya percaya bahwa hanya ada satu penyebab untuk hal itu.

Jadi, ketika peristiwa yang luar biasa terjadi, mereka berpikir bahwa peristiwa yang mustahil telah terjadi! Seluruh mukjizat mereka bayangkan sebagai kemustahilan, karena tidak ada penyebab lain yang mereka pikirkan. Namun, dalam pikiran yang kedua, kita tidak menganggapnya sebagai kemustahilan. Dengan kata lain, orang-orang berpikir bahwa setiap peristiwa memiliki penyebab ekslusif tunggal yang tidak dapat digantikan oleh penyebab yang lain. Akibatnya, mereka berpikir bahwa tanpa penyebab tersebut, mustahil akan terjadi suatu peristiwa.

Dimana sekuntum bunga tumbuh? Ia tumbuh diatas tanah dengan temperatur tertentu, bersama kelembaban. Kemudia benuh bunga tersebut ditaburkan. Jika tidak ada air, jika temperaturnya lebih tinggi atau lebih rendah dari yang seharusnya, tidak ada bunga yang akan tumbuh. Jika tidak ada bibit bunga, tidak ada bunga yang muncul. Jadi, sepanjang yang kita ketahui, bunga tumbuh dengan cara demikian. Namun, ketika melihat cara lain tumbuhnya bunga, kita menyadari bahwa hal ini bukan mustahil, dan adalah mungkin menumbuhkan bunga dengan cara yang berbeda dari cara yang sudah biasa. Bahkan, seorang manusia dengan kehendak yang dapat mengatasi kekuatan alam, dapat, pada pelbagai tingkat, melakukannya, apalagi kehendak Tuhan yang melakukan sesuatu tidak melalui penyebab alam dan cara yang biasa. Disini, tentu saja, terdapat penyebab yang tidak diketahui, bukan sebuah akibat yang muncul tanpa adanya penyebab. Akibat ini memiliki penyebab lain yang tidak kita ketahui.

Agar gagasan ini kebih dekat pada pemikiran kita, kita memberikan sebuah contoh: Terdapat pelbagai fenomena yang penyebabnya masih tidak diketahui oleh manusia yang berpikir bahwa hal itu tidak terjadi. Kemudian, dia menemukan bahwa hal itu dapat terjadi melalui cara yang lain. Penemuan-penemuan baru, yang mungkin terjadi dengan menggunakan penemuan rahasia-rahasia alam yang masih tertutup, berada dalam kelompok ini. Jika seorang mengatakan, bertahun-tahun lalu, bahwa dia dapat berbicara kepada anda dari suatu tempat yang berjarak ribuan kilometer, dan dapat mendengarnya, anda tentu saja akan mengatakan kepadanya bahwa hal itu mustahil terjadi, sementara pada saat ini, setiap orang mengetahui bahwa hal itu mungkin.

Penyebab supranatural juga menggunakan salah satu cara pelaksanaan fenomena, meskipun kita tidak mengetahui penyebab tersebut atau tidak dapat menangkapnya. Namun, bukan berarti tidak ada cara semacam itu. Jadi, kemustahilan-biasa [yaitu apa yang dipikir orang sebagai mustahil, padahal sesungguhnya tidak] adalah sesuatu yang bergantung pada kekuasaan, dan Tuhan adalah, telah dan dapat melakukan hal-hal tersebut. Mereka merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, kegaiban, dan keajaiban yang dilakukan oleh para Nabi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s